Jumat, 11 November 2011

ASKEP PARKINSON


Asuhan Keperawatan Klien Dengan Penyakit Parkinson


Deskripsi
Penyakit parkinson merupakan suatu gangguan neurologis progresif yang mengenai pusat otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol dan mengatur gerakan.Karakteristik yang muncul berupa bradikinesia (perlambatan gerakan),tremor,dan kekakuan otot (Smeltzer dan Bare,2002)



Etiologi :
  1. parkinsonisme primer/idiophatik → penyebabnya tak diketahui
  2. parkinsonisme sekunder
  - post infeksi
- post CVA (Arteriosklerotik)
- obatan (drug induced) → reserpin,obat-2 psikiatri
- keracunan gas CO,Mn
- neurosyphilis
- post trauma kapitis

Patofisiologi
Dopamin memiliki konsentrasi yang tinggi di bagian-bagian otak tertentu,namun pada penyakit parkinson konsentrasi dopamin menipis dalam substansianigra dan korpus striatum.Penipisan kadar dopamin dalam basal ganglia yang berhubungan dengan adanya bradikinesia,kekakuan dan tremor.Parkinsonisme arteriosklerosis terlihat lebih sering terjadi pada kelompok usia lanjut.Kondisi ini menyertai ensefalitis,keracunan,atau toksisitas (mangan,karbon monoksida),hipoksia atau dapat akibat pengaruh obat













Pengkajian
Pengumpulan data subyektif dan objektif pada klien dengan gangguan sistem persyarafan meliputi anannesis riwayat penyakit,pemeriksaan fisik,pemeriksaan diagnostik,dan pengkajian psikososial.

Anamnesis
Umur (lebih sering pada kelompok usia lanjut,jeniskelamin (lebih banyak pada laki-laki).Keluhan utama gangguan gerakan,kaku otot,tremor menyeluruh,kelemahan otot,dan hilangnya refleks postural

Riwayat penyakit saat ini
Klien mengeluhkan adanya tremor pada salah satu tangan dan lengan,kemudian ke bagian yang lain,dan akhirnya bagian kepala,walaupun tremor ini tetap unilateral.Adanya perubahan pada sensasi wajah,sikap tubuh,dan gaya berjalan.Adanya keluhan rigiditas deserebrasi,berkeringat,kulit berminyak dan sering menderita dermatitis seboroik,sulit menelan,konstipasi.

Riwayat penyakit dahulu
Riwayat hipertensi,diabetes melitus,penyakit jantung,anemia,penggunaan obat-obat antikoagulan,aspirin,vasodilator,dan penggunaan obat-obat antikolinergik dalam jangka waktu yang lama

Riwayat penyakit keluarga
Menanyakan apakah ada anggota keluarga terdahulu yang menderita hipertensi dan diabetes melitus

Pengkajian psiko-sosio-spiritual
Menilai respons emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya,perubahan peran klien dalam keluarga dan masyarakat,dan respons atau pengaruhnya dalam kehidupan sehari-harinya baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat

Pemeriksaan fisik
Sebaiknya dilakukan per sistem (b1-b6) dan terarah dengan fokus pemeriksaan fisik pada pemeriksaan b3 dan dihubungkan dengan keluhan klien

Keadaan umum
Adanya perubahan pada tanda vital,yaitu bradikardi,hipotensi,dan penurunan frekuensi pernapasan

B1 (Breathing)
·         Inspeksi,penurunan kemampuan untuk batuk efektif,peningkatan produksi sputum,sesak napas,dan penggunaan otot bantu napas
·         Palpasi,ditemukan taktil premitus seimbang kanan dan kiri
·         Perkusi,ditemukan adanya suara resonan pada seluruh lapangan paru
·         Auskultasi,ditemukan bunyi napas tambahan seperti napas berbunyi,stridor,ronkhi

B2 (Blood)
Hipotensi postural
B3 (Brain)
Perubahan pada gaya berjalan,tremor secara umum pada seluruh otot,dan kaku pada seluruh gerakan

Tingkat kesadaran :
Biasanya compos mentis

Pemeriksaan fungsi serebri
Status mental : penurunan status kognitif,penurunan persepsi,dan penurunan memori baik jangka pendek dan memori jangka panjang

Pemeriksaan saraf kranial
·         Saraf  I
Fungsi penciuman tidak ada kelainan
·         Saraf  II
Penurunan ketajaman penglihatan
·         Saraf  III,IV,dan VI
Sewaktu melakukan konvergensi penglihatan menjadi kabur karena tidak mampu mempertahankan kontraksi otot-otot bola mata
·         Saraf  V
Adanya keterbatasan otot wajah menyebabkan ekspresi wajah klien mengalami penurunan,saat bicara wajah seperti topeng (sering mengedipkan mata)
·         Saraf  VII
Persepsi pengecapan dalam batas normal
·         Saraf  VIII
Adanya tuli konduktif dan tuli persepsi yang berhubungan dengan proses senilis dan penurunan aliran darah regional
·         Saraf  IX dan X
Ditemukan kesulitan dalam menelan makanan
·         Saraf XI
Tidak ada atrofi otot sternokleidomastoideus dan trapezius
·         Saraf XII
Lidah simetris,tidak ditemukan deviasi pada satu sisi dan tidak ada fasikulasi

Sistem motorik
·         Inspeksi gaya berjalan,tremor dan kaku pada seluruh gerakan
·         Tonus otot,ditemukan meningkat
·         Keseimbangan dan koordinasi,ditemukan mengalami gangguan karena adanya kelemahan otot,kelelahan,perubahan pada gaya berjalan,tremor dan kaku pada seluruh gerakan

Sistem Sensorik
Mengalami penurunan terhadap sensasi sensorik secara progresif

B4 (Bladder)
Penurunan refleks kandung kemih perifer dihubungkan dengan disfungsi kognitif dan persepsi klien secara umum.Ketidakmampuan mengomunikasikan kebutuhan,dan ketidakmampuan untuk menggunakan urinal karena kerusakan kontrol motorik dan postural
B5 (Bowel)
Penurunan nutrisi berkurang yang berhubungan dengan asupan nutrisi yang kurang karena kelemahan fisik umum dan kesulitan dalam menelan,konstipasi karena penurunan aktivitas

B6 (Bone)
Adanya kesulitan untuk beraktivitas karena kelemahan,kelelahan otot,tremor dan kaku pada seluruh gerakan memberikan risiko pada trauma fisik bila melakukan aktivitas

Penatalaksanaan Medis
Sasaran tindakan adalah untuk meningkatkan transmisi dopamin.Terapi obat-obatan mencakup antihistamin,antikolinergik,amantidin,levodopa,anhibitor monoamin oksidasi (MAO) dan antidepresi

Diagnosis keperawatan
  1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan kelemahan otot

  1. Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan kelemahan neuromuskular,menurunnya kekuatan,kehilangan kontrol otot/koordinasi

  1. Gangguan eliminasi alvi (konstipasi) yang berhubungan dengan medikasi dan penurunan aktivitas

  1. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan tremor,perlambatan dalam proses makan,kesulitan mengunyah,dan menelan

  1. Hambatan komunikasi verbal yang berhubungan dengan penurunan volume bicara,perlambatan bicara,ketidakmampuan menggerakkan otot-otot wajah

  1. Koping individu tidak efektif yang berhubungan dengan depresi dan disfungsi karena perkembangan penyakit

  1. Defisit pengetahuan yang berhubungan dengan sumber informasi prosedur perawatan rumah yang tidak adekuat













Artikel Terkait:




Artikel Terkait:




Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar