Minggu, 29 Januari 2012

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN ANTENATAL CARE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS AIKMEL LOMBOK TIMUR

BAB 1
PENDAHULUAN

Pada bab ini dibahas latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

1.1  Latar Belakang
Antenatal Care (ANC) merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi (Depkes RI, 1994). Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekwensi pemeriksaan ANC yang tidak teratur. Keteraturan ANC dapat ditunjukkan melalui frekwensi kunjungan, ternyata hal ini menjadi masalah karena tidak semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara rutin terutama ibu hamil normal sehingga kelainan yang timbul dalam kehamilan tidak dapat terdeteksi sedini mungkin. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa ibu hamil kurang termotivasi dalam melakukan    Antenatal care secara teratur dan tepat waktu antara lain : kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal care, kesibukan,  tingkat sosial ekonomi yang rendah, dukungan suami yang kurang, kurangnya kemudahan untuk pelayanan maternal,  asuhan medik yang kurang baik, kurangnya tenaga terlatih dan obat-obat penyelamat jiwa (Sarwono,2002).
Propinsi Nusa Tenggara Barat merupakan daerah yang memiliki angka kematian ibu dan bayi yang tinggi di bandingkan dengan propinsi lain di Indonesia. Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) yang bekerjasama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi NTB tahun 2001, tercatat angka kematian ibu (AKI) sebesar 390 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) pada tahun 2002 cukup tinggi yaitu: 78 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan di Kabupaten Lombok Timur propinsi NTB pada tahun 2002, lebih tinggi dibandingkan dengan AKB propinsi NTB, yaitu berjumlah 81 per 1000 kelahiran hidup dan kematian maternal adalah sebanyak 133 (1.4%).
Tidak memadainya akses pelayanan kesehatan terhadap wanita juga tercermin dari statistik kematian. Meskipun angka kematian bayi menurun secara bermakna selama beberapa dekade ini, tetapi tingkat kematian ibu tetap tinggi , meskipun kesehatan ibu mendapat porsi perhatian terbesar dalam kebutuhan kesehatan wanita secara umum. Pada sebagian besar kasus, hambatan utama akses pelayanan kesehatan bagi wanita adalah masalah sosial budaya atau yang bersifat informasional, termasuk kurangnya kesadaran tentang masalah-masalah kesehatan, rendahnya status kesehatan dan legalitas wanita disebagian besar budaya masyarakat (Koblinsky et al, 1997).
Keberhasilan upaya ANC selain tergantung pada petugas kesehatan juga perlu partisipasi ibu hamil itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan kehamilannya, dengan demikian diharapkan dengan memperbaiki pengetahuan ibu khususnya primigravida terhadap perawatan kehamilan sehingga akan dapat merubah sikap serta kepatuhan melaksanakan antenatal care.
 Bertolak dari uraian tersebut di atas, dapat diketahui bahwa kurangnya pengawasan dan perawatan antenatal care pada ibu selama kehamilannya, baik secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan masih tingginya angka kematian ibu khususnya di Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kurangnya pengetahuan dan informasi serta pelayanan kesehatan yang memadai semakin memperburuk kondisi antenatal care. Berdasarkan kenyataan ini, maka perlu dilakukan penelitian tentang hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksaan Antenatal care pada ibu primigravida dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan ibu, deteksi dini, pengawasan ibu hamil, dan mengurangi risiko pada kehamilannya.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.                  Bagaimanakah hubungan antara pengetahuan ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan  Antenatal care ?.
2.                  Bagaimanakah hubungan antara sikap ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan  Antenatal care ?.

1.3   Tujuan Penelitian
1.3.1        Tujuan Umum
Mempelajari hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kehamilan dengan Kepatuhan pelaksanaan Antenatal Care” pada ibu Primigravida di Puskesmas Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

1.3.2        Tujuan Khusus
1.                   Mengidentifikasi pengetahuan Ibu primigravida tentang kehamilan di Puskesmas Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
2.                   Mengidentifikasi sikap ibu primigravida tentang kehamilan di Puskesmas Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
3.                   Mengidentifikasi kepatuhan pelaksanaan antenatal care di Puskesmas Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
4.                   Mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care di Puskesmas Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
5.                   Mengidentifikasi hubungan sikap ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care di Puskesmas Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

1.4      Manfaat Penelitian
1.4.1        Teoritis
Kepatuhan  ibu terhadap perawatan ANC merupakan faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu. Pengetahuan dan sikap akan berpengaruh pada kepatuhan ibu hamil dalam perawatannya selama masa kehamilan sehingga pengetahuan dan sikap dapat diteliti dalam hubungannya dengan kepatuhan ibu untuk perawatan ANC.
1.4.2        Praktik
1.                  Tingkat kepatuhan ibu dalam perawatan ANC dapat menjadi salah satu indikator dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
2.                  Dapat dijadikan sebagai informasi untuk menambah pengetahuan tentang pentingnnya Antenatal care bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak.
3.                  Sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan ilmu keperawatan khususnya keperawatan maternitas.


Artikel Terkait:




Artikel Terkait:




Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar